Abstract
penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mata pelajaran matematika disekolah,
rendahnya kemampuan representasi matematis dan pembelajaran yang masih terpusat pada guru. Untuk
menyiasati hal tersebut diperlukan media pembelajaran salah satunya bahan ajar matematika. Bahan ajar
adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis untuk mempermudah pembelajaran yang
diperlukan siswa dan guru untuk mencapai kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum 2013. Teori
belajar yang sesuai dengan permasalahan tersebut adalah teori Bruner. Fungsi teori belajar sebagai
perantara antara tahapan belajar dengan bahan ajar yang dibuat. Tujuan ini tidak lain untuk meningkatkan
kemampuan representasi matematis seperti yang terdapat dalam materi persamaan linear satu variabel.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena hasil dari penelitian ini akan diinterpretasikan
sebagai hasil penerapan bahan ajar berupa modul yang telah dibuat secara keseluruhan mulai dari proses
pembuatan hingga temuan dari hasil implementasi. Berdasarkan hasil penelitian bahan ajar materi
persamaan linear satu variabel ini valid dengan persentase 87,96% serta validasi audience sebesar
97,84%. Kedua persentase tersebut terletak pada tingkat validasi sangat valid dan dapat digunakan di
sekolah. Setelah implementasi bahan ajar didapat hasil bahwa kemampuan representasi matematis siswa
menjadi lebih baik.
How to Cite
Most read articles by the same author(s)
- Nurhidayat, Cita Dwi Rosita, Anggita Maharani, DESAIN BAHAN AJAR TEOREMA PYTHAGORAS BERBASIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA , Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Sains: 2019: Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Sains
- Rinda Nurhasanah, Anggita Maharani, Fuad Nasir, Fuad Nasir, BAGAIMANA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMK DI KOTA CIREBON BERDASARKAN LEVEL SEKOLAH DAN KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS (KAM)? , Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Sains: 2019: Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Sains